Saat itu, mereka juga membeli perahu pertamanya dengan harga USD 27.500 atau Rp392 juta. Tetapi perahu itu terlalu kecil untuk hidup sehari-hari sehingga dijual kembali.
Kemudian, Taryn membeli kapal dengan panjang 45 kaki seharga USD 65 ribu (Rp927 juta). Namun mereka menjualnya kembali karena kapal itu tak kuat menghadapi cuaca ekstrem. Hingga kemudian, mereka membeli kapal USD 100 ribu atau Rp1,4 miliar pada Maret 2021.
Setelah melakukan perbaikan pertama, pasangan itu, ditemani anjing mereka, memulai perjalanan melalui pulau-pulau di Kepulauan Broughton musim panas lalu.
Pulau-pulau ini, yang terletak di Kanada timur, sangat terpencil, tanpa layanan telepon dan populasi kecil, yang berarti mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka sendirian.
Mereka menghabiskan banyak waktu untuk memancing, snorkeling, dan mendayung. Mereka juga membaca buku dan menonton Netflix sebagai hiburan.
Menjalani hidup yang tak biasa, Logan dan istri tentu pernah mengalami kesulitan dalam merencanakan stok pangan.
"Kami hampir kehabisan makanan dan air kadang-kadang karena keinginan kami untuk benar-benar sendirian," kata Logan.
“Kami memiliki tangki air 600 liter yang kami gunakan untuk hal-hal penting seperti memasak dan mandi di kapal, tetapi kami mencoba meminimalkan penggunaan air tawar," tambahnya.
(Kurniawati Hasjanah)