"Sejak awal, kami bersikap proaktif dalam menghadapi pandemi, termasuk munculnya varian atau mutasi Covid-19 baru. Mutasi pada varian Omicron cukup mengkhawatirkan, karena itu kami bergerak cepat menciptakan solusi," kata Stephane Bancel, kepala eksekutif Moderna.
Di sisi lain, ada vaksin Johnson & Johnson yang ikut mengonfirmasi bahwa perusahaan tengah menguji efektivitas vaksin terhadap varian baru untuk membaca apakah vaksin Johnson & Johnson tetap mampu melawan Omicron.
Bahkan, AstraZeneca sudah lebih awal melakukan penelitian langsung di Botswana dan Eswatini, lokasi varian Omicron pertama kali ditemukan. Peneliti AstraZeneca tengah mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya untuk menganalisis vaksin mereka apakah kompeten melawan varian Omicron atau tidak.
(Helmi Ade Saputra)