Sebelumnya, Supriyantoro sempat berpikir bahwa jumlah inovasi yang lahir selama pandemi Covid-19 akan sangat sedikit akibat terbatasnya ruang dan waktu selama pemberlakuan kebijakan Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Ternyata perkiraan saya salah. Sebaliknya, selama pandemi sangat banyak inovasi-inovasi di bidang kesehatan yang berhasil ditelurkan anak-anak bangsa," ujarnya.
Dia juga ingin inovasi ini lahir untuk membangun ekosistem kesehatan yang baik, mampu meningkatkan kinerja, efisiensi dan efektivitas dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Bahkan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia akan alat-alat kesehatan impor dari negara lain.
“Di Era Society 5.0 ini, segala aspek kehidupan kita berkaitan erat dengan teknologi. Karenanya, sejalan dengan situasi dan kondisi itu, maka bidang pelayanan kesehatan pun harus mengikuti perkembangan tersebut,” imbuhnya.
(Helmi Ade Saputra)