Satu dari dua studi penelitian baru di atas, menganalisa hasil lebih dari 1,2 juta kehamilan secara nasional antara Maret 2020 dan September 2021. Sebelum pandemi, bayi lahir mati jarang terjadi di Amerika, tercatat hanya ada sekitar 0,59 persen.
Tapi kemudian, menurut laporan CDC angka ini naik menjadi 0,98 persen di antara ibu hamil yang terinfeksi Covid-19. Begitu merebaknya varian delta pada Juli 2021, angkanya semakin bertambah, menyentuh angka 2,7 persen kehamilan (dengan ibu positif Covid-19) yang berakhir dengan bayi lahir mati.
Meski kejadiannya memang masih jarang, tapi para peneliti studi tersebut menilai hasil temuan bahwa infeksi Covid-19 berhubungan dengan meningkatnya risiko bayi lahir mati tetap harus dicatat.
“Meskipun lahir mati adalah hasil yang langka secara keseluruhan, diagnosis Covid -19 ikaitkan dengan peningkatan yang nyata dalam risiko bayi lahir mati dan dengan hubungan yang lebih kuat selama periode mendominasinya virus varian delta,” tulis para penulis penelitian.
Sebagai catatan, studi ini tidak semerta-merta membuktikan varian delta otomatis menyebabkan lebih banyak kematian pada janin. Tetapi semakin banyaknya catatan akan adanya perbedaan penting dalam berapa banyak oksigen yang bisa diserap janin, tergantung pada apakah ibu bayi tersebut didiagnosis terinfeksi Covid-19.
Dokter Ellie Ragsdale mengatakan, ia dan rekan sejawatnya mencatat bahwa wanita hamil yang positif Covid-19 nyatanya memang kesulitan untuk mendapatkan darah yang kaya oksigen ke janin mereka yang sedang tumbuh.