TERDAPAT beragam festival unik dimiliki di Jepang, satu di antaranya tradisi unagi. Unagi berarti belut dalam bahasa Indonesia. Berbeda dengan belut di Indonesia, belut di Jepang memiliki ukuran lebih besar, diameternya bisa mencapai 6-7 cm apabila sudah berusia dua tahun.
Dilansir dari beragam sumber, tradisi unagi telah ada sejak era Yunani kuno.
Baca juga: 14 Fakta Oiran Jepang, Pekerja Seks Berpangkat Tinggi
Wanita Jepang saat itu membiarkan si hewan licin ini bergerak di dalam organ kewanitaannya. Hal tersebut nantinya membuat wanita terasang hingga mencapai orgasme.
Hal ini dilakukan karena belut dianggap sebagai afrodisiak alami atau senyawa pembawa rangsangan alami untuk masyarakat Jepang.
Meski demikian, tradisi unagi ini bisa membahayakan dan bisa merusak organ kewanitaan.
Baca juga: Konsei Matsuri, Festival Unik di Jepang Agar Wanita Enteng Jodoh
Belut bisa membawa bakteri salmonella dan berbagai parasit lainnya yang berbahaya untuk kesehatan organ intim.
Untuk itu, tradisi unagi ini telah hilang di era modern karena wanita menganggap hal tersebut kotor.
(Salman Mardira)