2. Dokter Bedah Onkologi: 217 dokter dengan sebaran di 28 provinsi.
3. Dokter Spesialis Onkologi Radiasi: 118 dokter
4. Dokter Konsultan Onkologi dan Hematologi Anak: sekitar 80 dokter spesialis
Dokter Karina Andini, Head of Partnership Docquity Indonesia, pun membenarkan hal tersebut. "Jumlah dokter spesialis yang menangani kanker masih sedikit hingga sekarang," katanya.
Bukan hanya soal jumlah, sambungnya, masalah lain yang dihadapi Indonesia adalah lokasi dokter yang belum merata. Ini membuat pasien kanker di wilayah jauh dari akses dokter onkologi perlu menempuh perjalanan jauh sampai mendapatkan akses layanan.
Hal tersebut, sambungnya, membuat sebagian besar pasien terdiagnosis kanker payudara, contohnya, dalam stadium lanjut. "Data yang kami miliki, 70% pasien datang dengan stadium 3B kanker payudara," tambahnya.