PANDEMI Covid-19 memang sudah berlangsung hampir 2 tahun lamanya tapi belum juga berakhir. Meskipun kasus positif Covid-19 belakangan ini sudah mulai melandai, tapi bukan berarti kasus Covid-19 akan segara berakhir.
Pasalnya Indonesia telah mengalami siklus yang sama beberapa bulan lalu. Kala itu, angka positif Covid-19 memang sempat mengalami penurunan, sebelum akhirnya meledak karena adanya liburan panjang. Inilah yang mungkin terulang pada akhir tahun ini.
Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun meyakini bahwa pandemi Covid-19 akan tetap ada di 2022. Pasalnya, vaksinasi masih belum merata di beberapa negara, khususnya negara miskin.
Dr Bruce Aylward, pemimpin senior WHO, mengatakan bahwa krisis Covid-19 akan membayangi umat manusia setahun lebih lama dari yang seharusnya karena negara-negara miskin tidak mendapatkan bantuan vaksinasi yang mereka butuhkan.
Menurut aliansi amal The People's Vaccine, kurang dari 5% populasi Afrika baru menerima vaksin, dibandingkan dengan 40% dari sebagian besar negara lain. Di Inggris misalnya, hampir 66% dari seluruh populasi telah divaksinasi ganda, sedangkan di Amerika Serikat itu 55%.
Tetapi lebih dari 50 negara telah meleset dari target yang ditetapkan oleh WHO, yaitu mendapatkan 10% dari populasi yang diinokulasi.