Kota kuno Zeugma didirikan oleh Seleukos Nikator, seorang Alexander Agung pada abad ke-3 SM. Terletak di dekat sungai Efrat, Zeugma berkembang di bawah pemerintahan Yunani dan kemudian Romawi sebelum dihancurkan pada abad ke-3 selama invasi.
Mosaik-mosaik ini terkubur di bawah reruntuhan dan air. Namun, mereka tetap mempertahankan kemegahan mereka.
Baca juga: 10 Destinasi Wisata Bersejarah di Turki, Peninggalan Romawi hingga Kekhalifahan Islam Terakhir
(Foto: Instagram/@zeugmamosaicmuseum)
Berjalan melalui museum adalah pengalaman yang menarik. Karya seni era Romawi ini pernah mempercantik interior banyak vila dan istana Romawi yang megah di Zeugma.
Sejarawan berpendapat bahwa mosaik ditugaskan sesuai dengan selera individu pemilik rumah yang kaya serta bangsawan/politisi.
Kerumitan dari pembuatan tiap mosaik pun mengarah pada status sosial, di mana semakin detail, maka semakin harganya pun mahal dan hanya dimiliki oleh mereka yang berkuasa.
(Rizka Diputra)