Ya Ampun! Penumpang Pesawat Ini Cela Makanan, Sandwich Keju Dibilang Sampah

Reza Arta Mevia, Jurnalis
Selasa 26 Oktober 2021 04:03 WIB
Sajian sandwich keju oleh sebuah maskapai penerbangan dikritik penumpang (Foto: One Mile at a Time)
Share :

MASKAPAI penerbangan asal Jerman, Lufthansa mengumumkan menu makanan hemat terbaru mereka, dengan mengatakan para penumpang akan merasakan pengalaman kuliner dan keragaman berkelanjutan dengan sensasi berbeda.

Mereka lebih memilih untuk menyajikan sandwich dengan porsi yang sangat sedikit daripada dua jenis hidangan panas. Hal tersebut tentunya menimbulkan kritik dari para penumpangnya.

Ben Schlappig dari One Mile at a Time, membagikan gambar makanan yang disajikan dalam penerbangan selama 45 menit untuk kelas bisnis dari Frankfurt ke Paris, di mana biaya untuk penerbangan tersebut dibanderol 360 pound atau sekitar Rp7 juta.

"Saya membuka bungkusnya, dan menemukan roti yang tidak terlalu segar, keju, dan semacam olesan. Tidak ada pelengkap. Hanya... itu?" tulis Ben pada testimoninya, menyitir The Sun.

Ia menambahkan, tepat sebelum mendarat mereka disambut dengan 'sekeranjang apel' dan dia menjelaskan: "Mungkin hanya saya, tapi saya tidak terlalu suka menggigit apel ketika belum mencuci tangan, terlebih tidak memiliki pisau, dan tidak yakin apakah apel itu bersih, atau tidak," sambungnya.

Baca juga: Penumpang Pesan Sandwich Seharga Rp99.000 di Pesawat, Bentuknya Sangat Menyedihkan

"Seluruh makanan terasa seperti sekelompok 'anak sekolah dasar' yang mencoba menukar makanannya dengan orang lain, karena terlihat sangat tidak menarik," ucap Ben.

Makanan sebelumnya yang disajikan kepadanya adalah kari dengan salad, keju balok, dan makanan penutup yang manis.

Sementara seorang traveler, Matthew Klint dari Live and Let's Fly juga memiliki keluhan serupa saat melakoni penerbangan 10,5 jam dari Los Angeles ke Frankfurt untuk kelas ekonomi dengan tarif 696 pound atau Rp13,5 juta.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya