Terapi yang ditawarkan peneliti
Pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit sedang yang memiliki kadar protein d-dimer yang tinggi dalam darahnya, menunjukkan risiko pembekuan darah yang berbahaya di atas rata-rata.
Menurut data uji klinis, pengobatan dengan obat pengencer darah dosis tinggi heparin dengan berat molekul rendah (LMWH) secara signifikan mengurangi kemungkinan pembentukan gumpalan dan kematian.
Insiden VTE atau bahkan kematian yaitu 28,7% pada kelompok pasien Covid-19 penerima dosis tinggi, dibandingkan dengan 41,9% pada pasien yang mendapat dosis standar.
"Setelah memperhitungkan berbagai faktor risiko pasien, penggunaan obat pengencer darah dosis tinggi dapat menurunkan risiko 32% dengan heparin dosis tinggi," tulis peneliti di laporan jurnal yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine.
"Kami meluncurkan uji coba ini karena ingin melihat pasien mengalami pembekuan darah dan sekarat di depan mata langsung saat menggunakan heparin dosis standar," kata pemimpin studi Dr Alex Spyropoulos dari Institut Penelitian Medis Feinstein di New York.
"Kami dapat membuktikan bahwa kadar d-dimer lebih dari empat kali batas batas atas normal mampu memprediksi kelompok pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dengan risiko sangat tinggi, dan pemberian dosis terapi heparin pada pasien ini berhasil," tambahnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)