3. Vaksin Zifivax dibuat dengan menggunakan teknologi rekombinan protein subunit.
4. Dengan jenis vaksin tersebut, para peneliti mengklaim bahwa vaksin Zifivax lebih aman diberikan untuk pasien dengan immunocompromised.
5. Pemberian vaksin sebanyak 2 dosis dengan jarak waktu 28 hari per dosis. Ada usulan juga vaksin diberikan sebanyak 3 dosis dengan jarak waktu 28 dan 56 hari.
6. KIPI vaksin Zifivax diketahui ringan hingga sedang, dengan didominasi gejala seperti nyeri di tempat suntikan, demam dan nyeri kepala.
7. Bukan hanya Indonesia tempat uji klinis vaksin dilakukan, tetapi ada juga China itu sendiri, Ekuador, Malaysia, Pakistan, dan Uzbekistan.