Koster pun mengemukakan bahwa salah satu titik sentralnya adalah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan maskapai Garuda Indonesia.
"Untuk itu peran penting dari Bapak Menteri BUMN agar Angkasa Pura dan Garuda Indonesia bisa menangani dengan baik. Kami juga sudah bahas bersama dengan para dirutnya agar bisa menjalankan prokes dengan baik," ucapnya.
Pihaknya berharap kedatangan wisman ini tidak akan menimbukan lonjakan kasus baru karena sudah ditunggu sejak lama. "Semoga pariwisata Bali bisa pulih, perekonomian bisa pulih kembali," harap Koster.
Baca juga: Pariwisata Bali Akan Dibuka untuk Turis Asing pada Oktober 2021
Sementara, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, Kementerian BUMN beserta jajaran BUMN lainnya akan terus mendukung upaya kebangkitan wisata di Bali.
"Bandara akan jadi akses utama, sehingga saya akan memastikan juga persiapan Bandara Ngurah Rai agar benar-benar tidak lengah, waspada dalam penanganan Covid-19," kata Erick.
Ia mengingatkan dalam menghadapi Covid-19 ini, tidak bisa 100 persen terproteksi sehingga kedisiplinan tetap harus diutamakan.
"Kami juga berupaya menjaga kesehatan Bali. Ini waktunya Bali bangkit di bawah kepemimpinan Pak Gubernur. Kami harapkan bisa cepat sehingga ekonomi bisa tumbuh lagi," tandasnya.
(Rizka Diputra)