Ahmad Zainuri, seorang mahasiswa, mengatakan, pameran ini membuatnya membuka mata akan besarnya masalah plastik.
"Saya akan beralih ke tas jinjing dan ketika saya membeli minuman, saya akan menggunakan tumbler," katanya.
Museum telah menjadi lokasi populer untuk selfie yang dibagikan secara luas di media sosial. Pengunjung di sini berpose dengan latar belakang ribuan botol air yang digantung.
“Saya harus membeli barang-barang yang dapat digunakan kembali seperti botol minum daripada membeli botol plastik,” ujar seorang mahasiswa, Ayu Chandra Wulan.
"Melihat banyaknya sampah yang ada di sini, saya merasa sedih," tutupnya.
(Rizka Diputra)