Selain punya kemampuan mencegah virus bereplikasi, Molnupiravir juga dipercaya kurangi risiko rawat inap dan kematian 50 persen. "Obat ini sudah dipergunakan dan efektif untuk lawan Ebola, Chikungunya, dan Influenza," tambah Prof Beri, sapaan akrabnya.
Baca Juga : Heboh Obat Covid-19 Oral Molnupiravir Diklaim Cegah Kematian
Sementara itu, menurut laporan Merck di Reuters, pasien yang menggunakan obat ini, baik pria maupun perempuan, tidak diperkenankan untuk berhubungan seksual tanpa kontrasepsi. Artinya, selama proses penggunaan obat, pasien gejala ringan hingga sedang itu wajib pakai kontrasepsi jika berhubungan badan.
Obat oral itu juga dilaporkan tidak mengubah DNA manusia. Jadi, tidak ada kegawatan yang perlu dikhawatirkan dalam penggunaan obat ini.
(Helmi Ade Saputra)