PENUMPANG pesawat yang memprotes penundaan penerbangan selama tiga jam di Lagos, Nigeria ditangkap polisi.
Insiden ini terjadi setelah beberapa pekan pemerintah Nigeria mengumumkan, bahwa maskapai penerbangan di negara itu harus mengembalikan biaya penuh tiket mereka setelah terjadi penundaan dua jam.
Atas perintah yang diduga dari manajemen Air Peace, polisi Nigeria menangkap beberapa penumpang yang menuju Abuja di Negara Bagian Lagos karena memprotes penundaan penerbangan tanpa penjelasan atau permintaan maaf.
Melansir dari Saharareporters, maskapai itu tiba-tiba menunda penerbangan dari pukul 19.20 waktu setempat hingga 23.00, tepat pada saat para penumpang itu ditangkap.
Baca juga: Terungkap! Ini Angka-Angka Sial yang Dihindari oleh Maskapai Penerbangan
“Setelah menunda penerbangan kami dari pukul 19.20 sampai 21.00, mereka akhirnya menangkap saya dan seorang wanita, menuduh kami tidak naik dan sekarang mereka membawa kami ke kantor polisi Tango,” tulis salah satu penumpang yang ditangkap, melalui akun Instagram @tinnostiles.
Sementara penumpang lain mengatakan; “Pesawat kami dari Lagos ke Abuja tertunda selama lebih dari 3 jam. Beberapa orang yang mengajukan keluhan ditangkap sebagai konsekuensinya,”
Tuduhan tersebut tidak mendapat tanggapan dari Air Peace. Pada penerbangan domestik dengan delay lebih dari satu jam, operator harus memberikan refreshment serta satu panggilan telepon, SMS, atau e-mail. Mereka harus mengirimi Anda SMS, email, atau menghubungi Anda untuk meminta maaf atas keterlambatan satu jam.