Ketika keraguan seputar asal-usul tablet mengemuka, Museum of the Bibble malayangkan gugatan hukum terhadap rumah lelang Christie, yang mengatur penjualan tablet itu.
Pihak museum mengeklaim bahwa juru lelang telah memberikan informasi palsu. Adapun, Christie's menyangkal mengetahui bahwa tablet itu diimpor secara ilegal.
Pulang ke kampung halaman
Tablet itu kemudian disita dari museum pada 2019.
Pada Juli silam, hakim federal AS memerintahkan pengembalian artefak itu ke kampung halamannya di Irak.
Tablet itu termasuk dalam 17.000 barang antik jarahan, yang telah disetujui AS untuk dikemblaikan ke Irak.
"Dengan mengembalikan benda-benda yang diperoleh secara ilegal ini, pihak berwenang di sini di Amerika Serikat dan di Irak mengizinkan rakyat Irak untuk terhubung kembali dengan halaman dalam sejarah mereka", kata Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO, organisasi budaya PBB.
"Pengembalian ini merupakan kemenangan besar atas mereka yang merusak warisan dan kemudian memperdagangkannya untuk membiayai kekerasan dan terorisme."
Setibanya di Irak, tablet ini akan dikirim ke Museum Nasional di Baghdad, di mana mimpi Raja Gilgamesh yang mistis akan dilestarikan kembali di rumah yang sah.
(Salman Mardira)