PEMBATASAN perjalanan akibat COVID-19 membuat banyak orang sangat merindukan liburan. Ketika aturan itu dicabut, maka pemesanan tiket wisata di internet semakin melonjak. Kondisi ini bagaikan ladang subur untuk sejumlah oknum jahat.
Wisatawan telah diperingatkan atas meningkatnya penipuan yang menargetkan wisatawan. Penipuan phishing dirancang untuk mencuri uang dan data dari wisatawan yang memesan liburan.
Baca juga: 8 Kereta Gantung Terbaik di Dunia, Naiknya Nyaman Pemandangannya Spektakuler
Menurut penelitian dari para ahli, pandemi menjadi faktor utama atas peningkatan penipuan liburan. Turis menjadi sasaran penipuan phishing karena semakin banyak orang Inggris yang memesan liburan pascapandemi.
Ketika pembatasan perjalanan dicabut, telah terjadi lonjakan pemesanan liburan. Banyak resor populer melaporkan peningkatan jumlah wisatawan.
Sayangnya ini juga menyebabkan peningkatan penipuan liburan kejam yang menargetkan turis Inggris.
Melansir dari Express, Jumat (17/9/2021), banyak scammers menyerang wisatawan menggunakan penipuan email phishing atau situs web palsu, beberapa di antaranya sangat meyakinkan.
Jenis Penipuan Phishing
Phishing adalah jenis penipuan di mana scammer mengirim pesan palsu yang dirancang untuk mengelabui orang untuk memasang malware ke perangkat mereka.
Baca juga: Ngebet Mau Liburan? Ini 3 Tips Liburan Aman dan Hemat Selama Pandemi
Wisatawan telah diperingatkan untuk memeriksa situs web pemesanan dengan hati-hati sebelum memasukkan informasi apa pun.
Anna Chung, salah satu peneliti, mengatakan: “Penjahat dunia maya selalu mencari cara untuk menjebak calon korban.”
“Sekarang mereka berusaha memanfaatkan keinginan kuat orang untuk bepergian, yang ditekan untuk waktu yang lama karena Covid,” tambah Anna.