Berbagai daerah di Indonesia juga terkenal dengan kain khasnya, termasuk di Bima yang memiliki kain tenun bernama tembe nggoli atau disebut dengan sarung nggoli. Kain dengan motif khas berwarna cerah ini, dibuat dengan memakan waktu sekitar dua minggu. Karena memiliki waktu pengerjaan yang lama, kain yang terbuat dari benang kapas atau katu ini tidak mudah sobek, bahannya pun halus. Kerennya lagi, saat dikenakan, tembe nggoli terasa hangat ketika cuaca dingin. Namun sebaliknya, saat cuaca panas, tembe nggoli ini akan terasa dingin ketika dikenakan.
Di Desa Wisata Maria ini, Anda bisa merasakan langsung belajar menenun bersama para pengrajin. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mencoba pakaian adat Bima untuk wanita yang disebut rimpu. Pakaian adat rimpu ini terdiri dari dua lembar sarung nggoli yang dikenakan untuk atasan juga bawahan. Model rimpu yang dikenakan juga berbeda untuk wanita yang belum menikah dan yang sudah menikah. Bagi wanita yang belum menikah, rimpu dikenakan seperti berbentuk cadar sehingga hanya memperlihatkan matanya saja, namun bagi yang sudah menikah, rimpu bisa digunakan dengan menampilkan wajah secara keseluruhan.
3. Melihat pertunjukan adat
(Foto: Wonderfulimage.id)
Kegiatan lainnya yang tak kalah menarik ialah dengan melihat pertunjukan adat. Di Desa Maria ini terdapat tradisi turun temurun masyarakat Bima bernama ntumbu tuta yang berarti adu kepala. Pertunjukan ekstrem ini biasanya diiringi dengan tabuhan gendang dan alat musik lainnya. Selain itu, ada juga Festival Uma Lengge yang merupakan acara kesenian di setiap tahunnya. Tak kalah dengan desa lainnya yang ada di Indonesia, Desa Maria juga memiliki beragam tarian tradisional yang tentunya memiliki nilai filosofis.
4. Mengenal rumah adat
(Foto: Instagram/@festivalumalengge)