Menurut Sandiaga Uno, sebelumnya pariwisata Indonesia lebih fokus pada kuantitas. Tapi, sekarang Pemerintah juga akan mengejar kualitas. Jadi turis yang berlibur bisa lebih banyak menghabiskan waktu di tempat wisata, termasuk uang yang mereka keluarkan.
"Inovasi baru seperti program sustainable tourism, sport tourism, digital nomad yang sebagian kerja di Jakarta atau Surabaya mungkin bisa work from destination dari Bali," kata Sandi.
Seperti di Kawasan Canggu, Provinsi Bali, salah satunya di mana pada lokasi ini ada banyak digital nomad atau orang-orang yang menyelesaikan pekerjaannya tidak di dalam kantor melainkan seperti cafe, perpustakaan, atau tempat liburan yang menenangkan. Siapa sangka, Kawasan Canggu ini ternyata menjadi tempat favorit kedua di dunia bagi para digital nomad.
Menjamurnya Coworking Space di Bali
Foto : Dok Balispirit.com
Keseriusan Bali tangani nomadic tourism juga terlihat pada fasilitas yang disediakan, seperti semakin menjamurnya ruang kerja bersama atau lebih dikenal sebagai coworking space yang turut mendorong pengembangan pariwisata nomadic tourism yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah. Tak hanya itu saja, hal tersebut pun pernah disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa yang mengatakan Bali akan serius menangani pariwisata untuk para digital nomad. Oleh karena itu, kini Dispar Bali tengah mencari banyak informasi yang berkaitan dengan kegiatan para digital nomad di Bali.
Menjadi seorang digital nomad adalah pilihan setiap orang. Bagi Anda yang ingin mencobanya, Bali menjadi salah satu alternatif destinasi wisata yang paling tepat untuk para digital nomad. Anda bisa memilih untuk tinggal dekat dengan laut atau dikelilingi oleh hutan, air terjun, hingga sawah. Adapun beberapa lokasi yang bisa Anda pilih sebagai tempat bekerja yang menyediakan fasilitas coworking space yaitu, Hubud, Co Work Surf, dan Hub Bali. Tak hanya itu saja, ada banyak cafe instagramable yang menyediakan fasilitas internet super cepat seperti di Ubud, Sanur, Seminyak, dan beberapa lokasi lainnya.
Beberapa spot favorit para digital nomad di Bali adalah Crate Café, Betelnut Café, Ingka Restaurant, Kebun Bistro, Kopi Desa Ubud, Shelter Bali, dan masih banyak lagi.
Igan Rai Suryawijaya selaku ketua PHRI Badung, yang juga anggota Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Pariwisata mendukung pengembangan pariwisata nomadic tourism di Bali. Menurutnya, dengan adanya wisatawan ini akan bisa memberi peluang juga pada fasilitas akomodasi masyarakat seperti homestay, villa, maupun akomodasi milik masyarakat lainnya.