Bali Sepi Turis, Monyet yang Kelaparan Serbu Rumah Penduduk

Agregasi VOA, Jurnalis
Rabu 08 September 2021 00:02 WIB
Ilustrasi monyet di Bali (Kotawisataindonesia)
Share :

Menurut Made, sumbangan dari penduduk desa telah membantu, tetapi mereka juga merasakan kesulitan ekonomi dan secara bertahap memberi semakin sedikit.

“Pandemi berkepanjangan ini di luar dugaan kami,” kata Made Mohon, “Makanan monyet jadi masalah.”

Made menjelaskan biaya makanan untuk para satwa itu mencapai sekitar Rp850 ribu sehari, mencakup 200 kilogram singkong, dan 10 kilogram pisang.

Seringkali, monyet berkeliaran di desa dan duduk di atap. Kadang-kadang mereka melepaskan genteng dan menjatuhkannya ke tanah. Ketika penduduk desa mengeluarkan makanan persembahan keagamaan setiap hari di teras mereka, monyet-monyet itu melompat turun dan kabur bersama mereka.

Biasanya, monyet menghabiskan sepanjang hari berinteraksi dengan pengunjung — mencuri kacamata hitam dan botol air, menarik pakaian, melompat-lompat — dan Gustu Alit berteori bahwa hewan primate itu lebih dari sekadar lapar. Mereka bosan.

“Makanya saya imbau warga desa di sini untuk datang ke hutan bermain dengan kera dan menawarkan mereka makanan,” katanya. “Saya pikir mereka perlu berinteraksi dengan manusia sesering mungkin agar mereka tidak menjadi liar.”

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya