Tercemar Parah, Sandiaga: Penataan Danau Maninjau Harus Utamakan Kearifan Lokal

Pradita Ananda, Jurnalis
Sabtu 28 Agustus 2021 16:30 WIB
Menparekraf RI, Sandiaga Uno dalam kunjungan kerja ke Sumbar (Foto: MNC Portal/Pradita Ananda)
Share :

PROGRAM revitalisasi Danau Maninjau, Sumatera Barat yang dilakukan untuk menata ulang kawasan itu sebagai destinasi wisata layak dan lebih berkualitas rupanya memunculkan isu penting soal ekosistem alam.

Salah satunya ialah isu mengenai Keramba Jaring Apung (KJA). Pembudidayaan ikan itu lama kelamaan merusak ekosistem alami biota di Danau Maninjau yang kemudian jadi masalah besar dalam upaya penataan ulang Danau Maninjau.

Isu perihal tercemarnya Danau Maninjau inipun sudah sampai di telinga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.

Baca juga: Sandiaga Uno Kenang Masa Kecil Dengar Ceramah Buya Hamka di Masjid Al-Azhar

(Danau Maninjau, Foto: MNC Portal/Pradita Ananda)

“Tercemarnya Danau Maninjau ini cukup memprihatinkan. Sudah over fishing, 5 sampai 6 kali lipat. Kita harus diskusikan ke masyarakat, mudah-mudahan bisa dapat solusinya,” ujar Sandiaga yang ditemui di sela kunjungan kerja ke Kota Padang, Sumbar, Jumat, 27 Agustus 2021.

Belajar dari pengalaman sebelumnya saat menata kawasan Danau Toba, menurut Sandi dalam penataan ulang Danau Maninjau ini harus diterapkan pendekatan lokal.

“Kami baru saja mendapat tugas dari Menko Manves untuk ikut menata Danau Maninjau seperti kita menata Danau Toba. Berangkat dari pengalaman menata Danau Toba, kita harus mengutamakan kearifan lokal,” lanjutnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya