INDONESIA disebut tertinggal dalam hal pengembangan bidang farmasi di dunia militer. Berbeda halnya di negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.
Dikatakan Ketua Perhimpunan Farmasi Militer Kolonel Kes Dr Apt Drs Yuli Subiakto, MSi, S, bidangmedis di dunia militer perlu diperhatikan sama seperti umumnya. Karena prajurit TNI bekerja dalam lingkungan yang sangat berbeda dibanding masyarakat pada umumnya.
"Perubahan lingkungan kerja tersebut berdampak terhadap fisiologis tubuh, nasib obat dalam tubuh, nasib makanan dan minuman, sehingga prajurit TNI perlu dilatih indoktrinasi dan Latihan fisiologi (aerofisiologi, hiperbarik fisiologi)," ujarnya lewat keterangan tertulis.