8. Kelebihan cairan
Dikarenakan cairan dikeluarkan dari tubuh selama proses cuci darah, mengonsumsi lebih banyak cairan dari yang direkomendasikan selama perawatan cuci darah dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti gagal jantung atau akumulasi cairan di paru-paru (edema paru).
9. Peradangan pada selaput yang mengelilingi jantung (perikarditis)
Cuci darah yang tidak mencukupi dapat menyebabkan peradangan pada membran yang mengelilingi jantung. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Baca juga: Peserta BPJS Kesehatan yang Mau Cuci Darah Kini Tinggal Finger Print
10. Kadar kalium tinggi (hiperkalemia) atau kadar kalium rendah (hipokalemia)
Cuci darah menghilangkan kelebihan kalium yang merupakan mineral dari tubuh. Jika terlalu banyak atau terlalu sedikit kalium dikeluarkan selama cuci darah, jantung mungkin berdetak tidak teratur atau berhenti.
11. Komplikasi
Komplikasi yang berbahaya seperti infeksi, penyempitan atau penggelembungan dinding pembuluh darah (aneurisma), atau penyumbatan dapat memengaruhi kualitas cuci darah. Ikuti instruksi tim hemodialisa tentang cara memeriksa perubahan yang terjadi dalam tubuh dan mungkin menunjukkan masalah.
Baca juga: Kenali HD dan PD, Terapi bagi Pasien Gagal Ginjal
12. Amiloidosis
Amiloidosis terkait cuci darah dapat terjadi ketika protein dalam darah disimpan pada persendian dan tendon. Kondisi ini menyebabkan nyeri, kekakuan, dan cairan pada persendian. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang telah menjalani cuci darah selama beberapa tahun.
13. Depresi
Perubahan suasana hati sering terjadi pada orang dengan gagal ginjal. Jika mengalami depresi atau kecemasan setelah memulai cuci darah, bicarakan dengan tim perawatan kesehatan tentang pilihan pengobatan yang efektif.
(Hantoro)