Vaksin Covid-19 Dibuat dengan Cepat, Ini Penjelasan Dokter

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Selasa 24 Agustus 2021 17:45 WIB
Vaksina Covid-19 (Foto: Reuters)
Share :

DI tengah pandemi Covid-19, banyak sekali informasi-informasi negatif yang bermunculan di masyarakat. Salah satu informasi tersebut mengatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak aman digunakan karena dibuat dalam waktu singkat.

Alhasil informasi tersebut membuat masyarakat panik dan khawatir, lantas apakah informasi tersebut benar?

 

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i mencoba menjelaskan mengenai fenonema tersebut melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai.

Ia menjelaskan, informasi yang beredar tersebut adalah tidak benar atau hoax.

Menurut Dokter Fajri, vaksin Covid-19 memang ditemukan dalam waktu yang cepat yaitu kurang dari 1,5 tahun. Namun bukan berarti vaksin tersebut tidak aman dan tidak efektif.

Dalam kesempatan yang sama, ia pun menjelaskan alasan mengapa vaksin Covid-19 dapat dibuat dalam waktu yang cepat.

1. Pengembangan teknologi vaksin tidak benar-benar dari awal dan hanya melanjutkan penemuan sebelumnya. Vaksin virus SARS-CoV-2 dikembangkan melalui tipe keluarga virus corona saat outbreak SARS “pertama’’ sebelumnya tahun 2002-2004 dan kasus luar biasa MERS.

2. Pengembangan vaksin saat ini menggunakan berbagai platform (jenis) vaksin yang berbeda-beda dan tidak serta-merta dihasilkan secara instan. Salah satunya adalah platform vaksin dari virus mati yang sudah 30 tahun digunakan di dunia atau vaksin jenis mRNA.

Walau pertama kali digunakan untuk Covid-19 ini namun pengembangan teknologinya nya sudah sudah sejak 20 tahun lalu sehingga saat dibutuhkan vaksin tersebut dapat secara cepat dibuat. Bahkan saat awal Januari 2020 Tiongkok mengumumkan pertama kali susunan virus SARS-CoV-2 kepada dunia, para ilmuwan segera mencari susunan vaksin yang tepat sejak beberapa hari setelah itu.

3. Uji Klinis vaksin Covid-19 dilakukan secara paralel. Uji klinis vaksin biasanya dilakukan hingga bertahun-tahun bahkan dapat > 5 tahun namun karena pengalaman penelitian sebelumnya, para peneliti dapat menggunakan desain uji klinis secara paralel.

Artinya ada beberapa tahapan uji klinis yang memang dilakukan secara bersamaan seperti fase 1 dan 2 dengan tetap memerhatikan aspek keamanan dan kemanjuran vaksin.

4. Dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kemanjuran vaksin, fleksibilitas regulasi dari badan perizinan seperti BPOM Indonesia, EMA Eropa, atau FDA Amerika juga berpengaruh dalam pengembangan vaksin.

Karena kebutuhan cepat dan mendesak sehingga dapat diterbitkan penggunaan izin secara emergensi. Walau begitu, penelitian dan pengawasan tetap dilanjutkan hingga berpuluh-puluh tahun kemudian untuk melihat efek vaksin selanjutnya serta untuk mendapat perizinan secara penuh.

Data efektivitas di dunia nyata saat ini menunjukkan kebermanfaatan vaksin dapat mengurangi angka keparahan sakit dan kematian yang berkaitan dengan Covid-19.

Bahkan berbagai data efektivitas di dunia nyata menunjukan vaksin-vaksin yang ada di Indonesia masih sangat efektif melindungi Kita dari varian Delta.

5. Vaksin di distribusikan ke seluruh penjuru dunia dengan cepat dengan bantuan berbagai pihak. Karena kebutuhan mendesak dan kekebalan kelompok (herd immunity) yang diharapkan untuk mengakhiri pandemi dapat dicapai jika 70-90% penduduk dunia telah divaksin, badan kesehatan dunia, berbagai negara, dan juga pihak swasta saling bahu-membahu dalam pengembangan vaksin serta membantu distribusinya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya