Penyebab Deddy Corbuzier Hampir Meninggal, Apakah Semua Pasien Covid-19 Alami Badai Sitokin?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 23 Agustus 2021 12:48 WIB
Deddy Corbuzier. (Foto: Instagram)
Share :

DEDDY Corbuzier menghebohkan publik setelah mengumumkan dirinya mengambil jeda dari media sosial dan segala kegiatannya. Ternyata, alasan di baliknya lantaran dia terkena Covid-19 dan hampir meninggal.

Hasil pemeriksaan toraks Deddy Corbuzier pun menunjukkan adanya kerusakan parah di angka 60 persen. Oleh tim dokter, Deddy dinyatakan berada dalam fase badai sitokin.

"Setahu saya, badai sitokin ini yang bikin orang meninggal," kata dia.

Dari hasil tes medis, Deddy Corbuzier akhirnya diminta menjalani rawat inap dengan intensitas penanganan tinggi. Lantas, apakah semua penderita Covid-19 akan mengalami badai sitokin?

Dijelaskan Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur dr. Annisa Sutera Insani, SpP, badai sitokin adalah kondisi saat sistem imun tubuh melawan virus dan ini biasanya terjadi saat adanya infeksi berat atau sepsis. Artinya, hanya mereka yang mengalmi infeksi yang berpotensi terjadi badai sitokin, sementara tanpa gejala kemungkinan akan aman.

Jadi, saat tubuh mengalami sepsis, seperti demam, denyut nadi cepat, sesak napas, biasanya itu menjadi tanda dari terjadinya badai sitokin. Namun, menjadi catatan di sini bahwa badai sitokin sendiri tidak bisa dilihat dari luar.

"Badai sitokin itu terjadi saat tubuh mengalami kondisi sepsis," ungkapnya pada Okezone melalui pesan singkat, beberapa waktu lalu.

Dokter Annisa menambahkan, semua pasien yang terinfeksi virus apapun akan mengalami badai sitokin. Terlebih ketika sistem imun tubuh mereka tidak cukup kuat untuk melawan virus jahat tersebut. "Nah, saat imun tidak kuat melawan virus, itulah yang dinamakan badai sitokin," sambungnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya