Pertama dalam Sejarah Puncak Greenland Turun Hujan, Pencairan Es Makin Mengkhawatirkan

Aliefa Khaerunnisa Salsabila, Jurnalis
Senin 23 Agustus 2021 16:42 WIB
Greenland (Unsplash)
Share :

BANYAK tempat di seluruh dunia mengalami musim panas dan kering yang luar biasa dan akan menyambut sedikit hujan, sementara satu tempat di mana bahkan sedikit hujan menjadi penyebab utama kekhawatiran. Adalah Greenland.

Para ilmuwan membunyikan alarm pada Jumat, mencatat bahwa hujan telah turun pada titik tertinggi di lapisan es Greenland minggu lalu untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ini jadi tanda pemanasan global yang mengkhawatirkan lapisan es yang sudah mencair pada tingkat tinggi.

"Itu bukan tanda yang sehat untuk lapisan es," kata Indrani Das, ahli glasiologi dari Lamont-Doherty Earth Observatory Columbia University.

Baca juga:  5 Kota Terdingin di Dunia, Ada yang Suhunya Minus 129 Derajat Celcius

“Air di atas es itu buruk dan membuat lapisan es lebih rentan terhadap pencairan permukaan."

Air tidak hanya lebih hangat dari salju biasa, tetapi juga lebih gelap, sehingga menyerap lebih banyak sinar matahari daripada memantulkannya.

Air lelehan itu mengalir ke laut, menyebabkan permukaan laut naik. Pencairan dari lapisan es Greenland terbesar kedua di dunia setelah Antartika telah menyebabkan sekitar 25% dari kenaikan permukaan laut global terlihat selama beberapa dekade terakhir, perkiraan para ilmuwan.

Bagian itu diperkirakan akan tumbuh seiring dengan meningkatnya suhu global.

Melansir dari Daily Sabah, Senin (23/8/2021), hujan turun selama beberapa jam di puncak lapisan es setinggi 3.216 meter (10.550 kaki) pada 14 Agustus, di mana suhu tetap di atas titik beku selama sekitar sembilan jam, kata para ilmuwan di Pusat Data Salju dan Es Nasional AS.

Baca juga: Jangan Pakai Sandal Jepit saat Naik Pesawat, Eks Pramugari Ungkap Bahayanya

Suhu di lapisan es hampir tidak pernah naik di atas titik beku, tetapi sekarang telah meningkat tiga kali dalam waktu kurang dari satu dekade.

Secara total, 7 miliar ton hujan turun di Greenland selama tiga hari, dari 14 Agustus hingga 16 Agustus, jumlah terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1950.

Hujan dan suhu tinggi memicu pencairan luas di seluruh pulau, yang mengalami kehilangan massa es permukaan pada 15 Agustus yang tujuh kali di atas rata-rata untuk pertengahan Agustus.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya