Mereka mengatakan itu “memilukan” untuk melihat apa yang terjadi di Kabul tetapi Presiden Biden “mendukung” keputusannya.
“Salah satu penduduk setempat mengkonfirmasi hal ini dan mengatakan bahwa jatuhnya orang-orang ini membuat suara keras dan menakutkan,” kata Kantor Berita Aśvaka.
Tidak ada konfirmasi resmi terkait semua insiden tersebut.
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan lebih dari 130 warga Australia masih di Afghanistan, bekerja di PBB, LSM, dan di tempat lain.
“Kami bekerja untuk membawa mereka dan keluarga mereka pulang. Kami terhubung erat dengan AS, Inggris, Kanada, dan sekutu serta mitra lainnya,” katanya.
Presiden Ashraf Ghani sudah terbang ke luar negeri setelah Taliban menguasai Kabul, mengakhiri kemenangan dalam 10 hari.
“Taliban telah menang dengan pedang dan senjata mereka, dan sekarang bertanggung jawab atas kehormatan, harta benda, dan pertahanan diri warga negara mereka,” kata Ghani.
(Salman Mardira)