Sama seperti vaksin covid-19 lainnya, dosis kedua dari vaksin terakhir disebutkan yakni Pfizer dan Moderna yang diketahui berbasis mesengger RNA (mRNA) ini, sebaiknya didapatkan sedekat mungkin dengan interval waktu yang direkomendasikan.
Jacobson mengatakan dosis kedua vaksin covid-19 termasuk juga Pfizer-BioNTech dapat dijadwalkan untuk diberikan hingga enam minggu (42 hari) setelah dosis pertama. Menurut dia, data masih terbatas tentang kemanjuran vaksin mRNA COVID-19 yang diberikan bila melebihi waktu yang direkomendasikan ini.
Baca juga: Berbagai Faktor Penyebab Lambatnya Pencapaian Target Vaksinasi Kelompok Lansia
Hal senada diungkapkan dokter spesialis penyakit menular di Stanford University, California, Grace Lee. Seperti dikutip dari laman Healthline, Lee mengatakan sementara ini data masih terbatas tentang seberapa efektif vaksin covid-19 jika dosis keduanya diberikan melebihi enam pekan atau 42 hari, khusus untuk Pfizer-BioNTech dan Moderna.
Tetapi, apabila dosis kedua diberikan melewati batas interval, maka tidak perlu mengulang dosis pertama vaksin. Menyelesaikan dosis kedua memaksimalkan manfaat kekebalan yang ditawarkan melalui vaksinasi.
Terkait dampak, Lee mengaku khawatir penundaan dosis kedua menyebabkan melemahnya respons kekebalan yang didapatkan dari dosis pertama. Bila Anda belum terinfeksi virus corona, dosis pertama dianggap sebagai dosis utama Anda. Biasanya, booster diberikan untuk memastikan respons kekebalan Anda akan tahan lama dari waktu ke waktu.
Baca juga: Sudah Divaksin Covid-19 Kok Tetap Harus Pakai Masker?
Apabila Anda hanya mendapatkan satu dosis, maka dikhawatirkan apakah respon kekebalan akan berkurang.
Jadi, berdasarkan penjelasan para pakar kesehatan, Anda sebaiknya disuntik vaksin dosis kedua tepat waktu. Kalaupun terlambat dari waktu yang ditentukan, Anda disarankan segera mendapatkan suntikan dosis kedua saat sudah memungkinkan.
(Hantoro)