KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyediakan tiga strategi yang dapat diterapkan di bidang akomodasi wisata, khususnya bagi pelaku sektor tersebut.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tiga strategi yang bisa diterapkan di bidang akomodasi pariwisata ini bertujuan, agar dapat terus bertahan di masa pandemi.
"Apakah kamu termasuk pemilik atau pekerja di sektor akomodasi wisata? Jika iya, kami yakin dua tahun belakangan ini menghadirkan banyak sekali tantangan," kata Sandiaga dalam keterangan resminya.
Adapun tiga strategi yang dapat diterapkan di bidang akomodasi wisata yaitu:
Pivoting
Mengubah strategi bisnis melalui berbagai inovasi, seperti menghadirkan layanan/produk baru, dan memaksimalkan teknologi digital. Contoh: pembuatan paket pesan antar 'Rantang' dan food delivery 'Raffles to Go' dari @raffleshoteljakarta.
Baca juga: Ini Keuntungan Objek Wisata Bersertifikat CHSE
Positioning
Memposisikan hotel agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di masa pandemi seperti staycation atau work from hotel. Berikan harga khusus untuk jangka waktu menginap yang lama (misal satu minggu). Strategi ini pernah dilakukan oleh @bwpthehive pada 2020.
Contactless experience
Tunjukkan bahwa hotel menjalankan protokol CHSE, salah satunya dengan menghadirkan layanan nirsentuh. Hal ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman baik bagi pengunjung maupun pekerja hotel.
(Rizka Diputra)