Baca Juga : Menkes Resmi Hapus Vaksinasi Gotong Royong Berbayar
Keinginan Menkes Budi ternyata dianggap bukan angan belaka bagi Ilmuwan dr Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. Ya, menurut ahli di bidang farmasi, jantung, dan saraf tersebut Indonesia sangat menjanjikan untuk dipilih WHO sebagai penerima lisensi teknologi vaksin mRNA tersebut.
"Saya yakin Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang bisa diprioritaskan," ungkapnya di webinar bertajuk 'Strategi Kemenkes RI dalam Mengatasi dan Mengakhiri Pandemi Covid-19', Sabtu malam (7/8/2021).
"Ada 2 manifestasinya, pertama karena Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, kedua karena kita memiliki letak strategi ke negara-negara pemilik vaksin itu yang sebetulnya mereka punya kepentingan luar biasa terhadap Indonesia," sambungnya.