MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan kepada para pekerja dan pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) agar tidak lengah dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan meski sudah divaksinasi Covid-19.
Ia menjelaskan, virus Covid-19 varian delta lebih cepat menyerang, sehingga masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan secara disiplin meski sudah divaksin.
"Alhamdulillah, kita semakin mendekati ujung dari PPKM level 4 ini, mari kita terus disiplin terapkan protokol kesehatan walaupun sudah divaksin guys, tetap hati-hati dan jangan sampai lengah. Sebab, varian ini menyebarnya lebih cepat. Jadi kita harus lebih ketat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Sandiaga.
Sandi menambahkan, vaksinasi merupakan salah satu upaya mencapai herd immunity sehingga diharapkan nantinya roda perekonomian bisa kembali pulih dan dapat tercipta lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyebut, upaya Kemenparekraf dalam mempercepat vaksinasi adalah membuat program Vanic (Vaksinasi Asyik di Tempat Piknik) hingga menggelar sentra vaksin di tempat wisata. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat tertarik untuk divaksin.
Baca juga: Bangganya Sandiaga Uno Mi Godog Jogja dan Keripik Sanjai Mendunia
"Jadi vaksin tempatnya di lokasi wisata, dapat keindahan alamnya, dapat sedikit rehat sembari divaksin. Nah ini ternyata menjadi hits, banyak sekali yang mengapresiasi. Sehingga akhirnya menjamur, mulai dari Gunung Kidul, Kulon Progo, di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, kemarin di Danau Toba di Kaldera kita menggelar vaksin dengan konsep gercep, geber, gaspol. Jadi ini inovasi, adaptasi pada pelaku wisata, dan kami memfasilitasi," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa upaya akselerasi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif berfokus pada pariwisata era baru, yakni pariwisata yang lebih lokal, bisa disesuaikan, lebih personal, dan dalam kelompok yang lebih kecil. Wisata tersebut bisa berbasis kesehatan, kuliner, olahraga, wisata edukasi, ekowisata, serta desa wisata.
Wisata yang lebih personal kata dia, ialah liburan yang sifatnya sangat pribadi hanya bersama keluarga. Wisatawan tak lagi ikut dalam kelompook tur skala besar. Dan wisata yang disesuaikan berdasarkan dengan minat khusus misalnya seperti wisata berbasis alam.