Hal yang sama juga disampaikan Ketua IDI wilayah NTB dr Doddy AK dan Ketua IDI Kota Mataram dr Rohadi. Mereka menjelaskan, tracing yang rendah tidak hanya berlaku di kalangan masyarakat, tetapi juga di kalangan tenaga kesehatan (nakes) yang positif Covid-19.
Ditambah, kondisi kurangnya SDM hingga alat kesehatan seperti oksigen di wilayah NTB. “Mudah-mudahan pembelajaran bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi dengan memperbaiki testing, tracing, dan menyiapkan kekurangan-kekurangan lainnya seperti penambahan SDM, alkes, dan sebagainya,” kata dr Doddy.
Sementara itu, belum lama ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, akan segera meningkatkan jumlah testing dan tracing, di samping mempercepat program vaksinasi. Testing dan tracing, kata dia, penting untuk menentukan level Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tiap wilayah.
“Kami akan usahakan sebagian besar testing ini berdasarkan dari pelacakan kontak erat, yang sekarang sedang diaktifkan, baik di Jawa dan Bali, maupun di luar Bali,” kata Menkes Budi.
(Helmi Ade Saputra)