Untuk rincian kasusnya, dari 1.139 itu sebanyak 61 kasus adalah varian Alfa, 17 kasus varian Beta, dan 1.061 varian Delta, termasuk di dalamnya varian Delta Plus.
"Varian Delta memang mendominasi kasus karena karakternya yang lebih cepat menular. Dibanding varian Alfa, varian Delta 2 kali lebih cepat, dan dibandingkan virus SARS-CoV2 utama, varian Delta 6 kali lebih cepat menular," papar Menkes Budi.
Baca Juga : Menkes : Di Luar Pulau Jawa Masih Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19
Varian Delta juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali. Namun, semakin banyak dilakukan tes genom sekuens, akan semakin cepat mencegah penyebaran varian Covid-19 di masyarakat.
"Kasus di Amerika Serikat misalnya, varian Delta di sana sudah 122 ribu kasus per hari. Karena itu, varian ini perlu disikapi serius," tambah Menkes Budi.
(Helmi Ade Saputra)