Metode Penyembuhan Kanker Nasofaring yang Kini Serang Anak di Bawah Usia 10 Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Minggu 01 Agustus 2021 06:00 WIB
Ilustrasi (Foto : Timesofindia)
Share :

Baca Juga : Mengenal Kanker Nasofaring, Berasal dari Virus dalam Tubuh Setiap Orang

Lebih lanjut, dalam proses radioterapi, hanya daerah yang menjadi target yang akan terkena sinar sehingga tidak merusak jaringan sekitarnya. Dosisnya juga bisa diatur. Selain itu, dengan kemajuan tekanologi, radioterapi bisa dilakukan menjadi lebih singkat. Salah satu tantangan radioterapi pada anak adalah alatnya cukup besar sehingga menakutkan buat anak.

“Untuk membuat pasien anak nyaman, maka dipasang LCV yang memutar film kartun. Jika perlu anak dianestesi selama proses radioterapi. Seperti terapi lainnya, radioterapi juga memiliki efek samping. Namun dengan semakin terarah penyinaran dan dosis dikurangi maka efek sampingnya akan sangat minimal,” lanjutnya.

Efek samping yang sering ditemui setelah menjalani radioterapi ada yang bersifat akut misalnya sariawan dan sakit menelan, sedangkan efek samping jangka panjang berupa gangguan tumbuh kembang, mulut kering, dan risiko munculnya kanker sekunder. Untungnya kanker pada anak sangat radiosensitif, sehingga responnya cukup baik dibandingkan kanker dewasa.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya