“Rumah saya berada di tepi jalan yang menuju ke pemakaman, dan setiap hari selalu ada ambulans lewat membawa jenazah. Dulu takut sekali setiap mendengar ambulans lewat, tetapi sekarang takutnya sudah berkurang karena dengar sudah ada vaksin untuk anak-anak,” kata Kudu.
Tak hanya Kudu, Virgin anak perempuan berusia 15 tahun yang juga berasal dari Sumba Timur juga membagikan cerita serupa dengan sahabatnya. Ia sangat berharap para orang dewasa bisa menjadi contoh agar anak-anak tidak takut divaksinasi Covid-19.
Sebab, saat ini di wilayahnya masih saja ada masyarakat yang bandel dan menolak untuk divaksin. Hal ini tidak lepas dari kabar-kabar tidak terpercaya seperti bisa meninggal sehabis divaksin. "Semoga makin banyak orang mau divaksin, sehingga pandemi bisa segera berakhir dan kami bisa ke sekolah dan bertemu teman-teman lagi," katanya.
"Saya juga berharap pemerintah bisa menyosialisasikan tentang vaksin kepada anak-anak, supaya anak-anak mengerti pentingnya vaksin," ujar Virgin.
(Martin Bagya Kertiyasa)