Khusus desa wisata yang ada di wilayah IV, Menparekraf berpesan agar dapat memaksimalkan potensi wisatawan yang ada. Menurutnya, Jabodetabek adalah pasar terbesar atau sekitar 35 hingga 40 juta wisatawan berasal dari daerah ini.
"Mereka (pemda dan pengelola desa wisata) harus dapat menghadirkan wisata dengan konsep localize, personalize, customized, and smaller in size. Karena kalau tidak akan sayang, dalam 1 jam wisatawan bisa menuju ke desa wisata dengan menggunakan mobil atau kapal ke Pulau Seribu," kata dia.
Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, menjelaskan, Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021 merupakan salah satu kegiatan unggulan Kemenparekraf yang bertujuan untuk mewujudkan pengembangan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Mengusung tema 'Indonesia Bangkit' diharapkan kegiatan ini dapat mampu menjadi daya ungkit bagi ekonomi nasional dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi berbagai desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
"Pengelola desa wisata diharapkan dapat menunjukkan potensi desanya masing-masing, yang berfokus pada empat pilar pengembangan desa yaitu pengelolaan atau manajemen, sosial budaya, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Sehingga nantinya dapat memberi nilai tambah pada perekonomian masyarakat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat kearifan lokal, dan kelestarian lingkungan," kata Vinsensius.
(Rizka Diputra)