Diketahui, sebelum menjejakkan kaki di Oxford, Indra Rudiansyah mengenyam pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Mikrobiologi dan S2 jurusan Bioteknologi di kampus yang sama. Pria 29 tahun ini juga sempat menjadi peneliti pada perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi.
Sosok Indra Rudiansyah ini pun lantas membuat masyarakat Indonesia bangga. Salah satunya, Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI, Prof Zubairi Djoerban yang salut dengan sosok Indra.
“Saya akan mengingat namanya: Indra Rudiansyah, mahasiswa S3 Program Clinical Medicine, Jenner Institute, Universitas Oxford. Indra adalah bagian dari tim Sarah Gilbert, penemu Vaksin AstraZeneca yang menyerahkan hak paten temuannya itu. Salut,” kata Prof Zubairi melalui akun Twitternya.
(Helmi Ade Saputra)