Dengan catatan, peserta dengan fungsi hati yang lebih parah (sirosis dekompensasi) memiliki perlindungan yang lebih sedikit terhadap infeksi covid-19 yakni 50,3 persen dibandingkan pasien dengan sirosis kompensasi (tahap tanpa gejala masing-masing) yakni 66,8 persen.
Sebagai catatan, pasien yang divaksinasi dan tidak divaksinasi menghadapi jumlah infeksi yang sama dalam 28 hari setelah dosis pertama, meskipun manfaat dari vaksinasi dilaporkan setelah 28 hari.
Baca juga: Jangan Diabaikan, Perlemakan Hati Dapat Berujung Sirosis
Peserta studi yang diteliti diketahui rata-rata sudah berusia 69 tahun, mayoritas berjenis kelamin pria 60,6 persen di antaranya berkulit putih, dan pasien kulit hitam sebesar 23,2 persen.
"Studi kohort dari veteran AS ini memperlihatkan kalau pemberian vaksin mRNA dikaitkan dengan pengurangan sedernana infeksi covid-19 yang tertunda. Tetapi, pengurangan yang sangat baik dalam rawat inap atau kematian pada pasien dengan sirosis terkait covid-19," jelas para penulis studi.
(Hantoro)