KABAR beredarnya vitamin palsu sudah semakin masif di media sosial. Bahkan, belum lama ini pesan berantai di WhatsApp pun menginfokan masyarakat untuk berhati-hati membeli vitamin di online shop.
Ada beberapa bukti yang coba disampaikan si pembuat pesan terkait dengan vitamin palsu vs vitamin asli. Misalnya lewat kemasan yang jauh berbeda dengan aslinya atau juga bahkan bisa lebih detail ke tulisan yang ada di kemasan.
Kalau barang sudah datang, Anda mungkin bisa lihat juga tablet di dalam botol apakah sama dengan yang asli atau berbeda. Hal semacam ini perlu diedukasi ke masyarakat karena tak sedikit oknum yang melakukan penipuan di tengah pandemi hanya untuk mencari keuntungan pribadi.
Namun, jika Anda merasa info yang disampaikan netizen belum cukup valid, MNC Portal mewawancarai Dokter Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Tangerang, dr Yohan SpGK, dan dia pun mengungkapkan ada beberapa poin yang bisa jadi acuan untuk membedakan, mana vitamin atau suplemen yang asli dan palsu di online shop.
Apa saja yang harus diperhatikan, berikut selengkapnya:
1. Botol suplemennya
"Suplemen palsu memiliki ukuran dan bentuk botol yang tidak sesuai dengan aslinya. Perhatikan juga tulisan kadaluarsa hingga kode produksinya. Tulisan kadaluarsa dan kode produksi pada yang asli selalu ter-cap di botolnya, bukan pada labelnya," kata Dokter Yohan, melalui pesan singkat, Jumat (16/7/2021).
Baca Juga : Bra Wulan Guritno Menerawang dari Balik Busana Transparan, Gayanya Makin Hot!
2. Label suplemen
Label pada suplemen palsu tampak lebih kusam, lebih buram, dan warnanya bisa berbeda dengan label asli. Beberapa produk juga melampirkan barcode atau QR code untuk mengecek keasliannya.
3. Bentuk sediaannya
Suplemen yang sering dipalsukan biasanya berbentuk kapsul, meskipun tablet juga bisa. Cek bentuk kapsulnya apakah sama dengan yang asli atau tidak, jika perlu kapsulnya dibuka untuk menyamakan isinya.
"Memang akan sulit untuk memastikan suatu produk asli atau palsu jika kita memesannya melalui e-commerce atau online shop, salah satu cara menghindarinya adalah beli di toko resmi atau toko dengan reputasi yang bagus," tambah dr Yohan.