“Kami melihat fasilitas sertifikasi kompetensi bagi 16.300 SDM parekraf ini sebagai pengakuan kompetensi yang dimiliki dan kita bisa meningkatkan daya saing sesuai dengan SKKN. Untuk mewujudkan ini semua tentunya bukan sekadar fisik saja yang harus dibangun, tetapi juga manusianya," tutur Sandi.
"Oleh karena itu, program pelatihan dan pendampingan telah disiapkan untuk mencetak SDM berkualitas, yang mampu memanfaatkan peluang usaha dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” tambah mantan Wagub DKI Jakarta ini.
Sementara, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, ada beberapa poin pembahasan dalam pra-rakornas yang mengangkat tema besar 'Pengembangan Kapasitas SDM Yang Unggul dan Berdaya Saing di Era Digital untuk Pemulihan dan Pembukaan Peluang Kerja dan Peluang Usaha di sektor Parekraf'.
Baca juga: Sandiaga Uno Ajak HMI Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata
Nantinya, lanjut Wisnu, output yang akan dicapai ialah pertama, model pelatihan dan sertifikasi kompetensi SDM parekraf, kedua, model pendampingan SDM parekraf di desa wisata dan pengembangan SDM parekraf mandiri melalui wirausaha, dan ketiga, model penguatan hubungan antar lembaga dalam rangka peningkatan kolaborasi dan sinergitas program lintas kelembagaan antar K/L.
“Serta outcome yang diharapkan adalah pertumbuhan ekonomi di destinasi pariwisata melalui kapasitas SDM parekraf dan hubungan antar kelembagaan,” kata Wisnu.
(Rizka Diputra)