Pengembangan desa wisata sendiri menitikberatkan pada pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berfokus pada empat pilar. Yaitu pengelolaan atau manajemen, sosial budaya, ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Sehingga diharapkan dapat memberi nilai tambah pada perekonomian masyarakat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.
"Salah satu upayanya adalah Kemenparekraf menyelenggarakan kegiatan Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021. ADWI 2021 memiliki tema Indonesia Bangkit yang diharapkan dapat mendorong semua pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menjadikan desa wisata berkembang dalam mengembangkan ekonomi bangsa Indonesia menjadi kuat, tangguh, dan bangkit kembali dari keterpurukan akibat pandemi," ujarnya.
Selain ADWI 2021, komitmen pengembangan desa wisata juga ditunjukkan Kemenparekraf dengan melakukan sertifikasi desa wisata berkelanjutan pada tahun 2020 yang diberikan kepada 16 desa wisata. Di tahun ini, ditargetkan sertifikasi akan diberikan kepada 60 desa wisata.
"Produk yang kreatif dan inovatif akan lebih menarik kunjungan wisatawan ditunjang dengan amenitas. Masyarakat diharapkan dapat menerapkan Sapta Pesona agar dapat memberikan pengalaman dan pelayanan yang memuaskan bagi wisatawan. Masyarakat desa yang sadar wisata, kreatif, dan inovatif, akan menjadi ujung tombak dari pengembangan desa wisata. Hal tersebut sesuai dengan konsep community based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat di mana konsep ini mengedepankan masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan pariwisata desa secara berkelanjutan," kata Vinsensius Jemadu.
Hingga saat ini tercatat 1.484 desa wisata yang telah terdaftar dalam ADWI 2021. Pendaftaran masih dibuka hingga 16 Juli 2021.
(Salman Mardira)