Danny merekomendasikan tiket TO DO sebagai sarana untuk mencari berbagai kategori atraksi yang sesuai dengan hobi yang tetap memenuhi rasa penasaran serta menambah pengetahuan anak-anak.
“Menyusun rencana kegiatan liburan juga dapat melibatkan anak-anak, sehingga mereka dapat belajar manajemen waktu sedari muda. Tidak hanya itu saja, merencanakan liburan dapat membantu melepas rasa jenuh sejenak sehingga anak-anak kembali bersemangat karena ada reward liburan di depan mata yang akan mereka nikmati nantinya”.
Beberapa contoh atraksi edukatif dan menghibur di dalam jajaran kegiatan wisata yang dapat dipilih seperti kunjungan ke Taman Safari Indonesia Bogor, Waterbom Bali, Dunia Fantasi Ancol, Amanzi Waterpark Palembang, dan masih banyak lagi.
Ada pula Dokar Tour Experience Borobudur Magelang by Arowisata dimana anak-anak bisa belajar mengenai warisan budaya Candi Borobudur sembari naik delman. Kemudian, anak-anak juga dapat belajar keanekaragaman budaya melalui kegiatan wisata kuliner, salah satu contoh kegiatannya seperti Education and Activity Tour by Pod Chocolate dan Cooking Class Balinese Menu di Bali, juga pengalaman Piknik di Dagi Abhinaya Borobudur.
Selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemerintah meminta pegiat usaha ekonomi kreatif memanfaatkan momen untuk memperbaiki dan mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Enviromental Sustainability).
Berbasis CHSE
Pemerintah telah memberlakukan protokol kesehatan berbasis pada CHSE untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mencakup tempat wisata, hotel, restoran, toilet umum, penjualan oleh-oleh dan lainnya.
Sertifikat CHSE ini dibuat untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan kembali berkunjung ke tempat wisata karena artinya tempat tersebut sudah dapat pengakuan telah memenuhi standard kesehatan, kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Sertifikasi CHSE ini juga merupakan sebuah upaya untuk membantu membangkitkan kembali para pelaku pariwisata kembali berjaya seperti sebelumnya. Tidak hanya untuk pemulihan industri pariwisata, tetapi juga untuk pemulihan perekonomian Indonesia.
(Salman Mardira)