1.000 Pelaku Wisata di Gunung Kidul Divaksin Usai PPKM Darurat

Antara, Jurnalis
Rabu 14 Juli 2021 13:03 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

SEBANYAK 1.000 pelaku wisata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan segera divaksin seusai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Kebijakan PPKM darurat itu sebelumnya diterpkan untuk menghindari kerumuman dan penyebaran Covid-19.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul, Harry Sukmono mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, rencananya vaksinasi terhadap pelaku wisata setelah PPKM durarat selesai.

"Sampai saat ini, berdasarkan data yang masuk baru sekitar 1.000 pelaku wisata yang akan divaksin. Data ini masih berkembang karena saat ini, memang masih dalam proses pendaftaran," kata Harry.

Menurut dia, Dispar masih melakukan komunikasi dengan pelaku wisata, hingga pelaku usaha jasa pariwisata untuk mendata, anggota mereka yang belum terdaftar atau belum mendapat vaksin.

Baca juga: 4 Potret Pramugari Bermata Indah Ini Bikin Warganet Terpukau

Vaksinasi ini sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha pariwisata karena mereka berhubungan langsung dari wisatawan dari berbagai daerah dan potensi terpapar Covid-19 sangat tinggi.

"Kami berharap bagi pelaku wisata yang belum terdaftar penerima vaksin setelah PPKM darurat segera mendaftar ke kelompok masing-masing," imbaunya.

Harry menjelaskan, nantinya tidak hanya pelaku wisata tetapi juga warga sekitar kawasan wisata akan ikut didaftarkan vaksinasi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk kegiatan ini. Untuk lokasi vaksinasi dipilih Gua Ngingrong, Wonosari. Di sana lokasinya luas, dan representatif untuk menampung banyak orang.

"Kami sudah mengantisipasi munculnya kerumunan dengan maksimal 50 orang yang akan divaksin per jam. Selain itu berkoordinasi dengan gugus tugas penanganan Covid-19 dan aparat terkait," tuturnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya