Salah satu syarat agar pariwisata maju kata dia, ialah terpenuhinya sarana dan prasarana. “Sangat disayangkan kebutuhan dasar seperti listrik belum 24 jam apalagi kawasan ini kawasan perbatasan. Sehingga kita tidak hanya bicara wisata, tetapi juga kedaulatan, pertahanan dan keamanan negara," sesalnya.
Warga Temajuk, Herlin menuturkan, sebagian besar wisatawan yang datang ke sana memilih untuk tidak menginap, karena listrik terbatas hanya 12 jam. Begitu juga signal handphone hanya bisa di tempat-tempat tertentu.
"Selama ini masyarakat dan wisatawan yang datang Temajuk sebagian besar menumpang signal Malaysia. Nah kalau Hp baterainya habis karena tidak ada listrik wisatawan tidak akan betah berlama-lama ke tempat kami," ujar Herlin.
"Masyarakat yang berjualan pun tidak maksimal pendapatannya, karena seperti ikan, es batu dan makanan lainya memerlukan kulkas. Oleh karena itu kami meminta kepada PLN dapat memenuhi listrik di Temajuk 24 jam," pintanya seraya mengakhiri.
(Rizka Diputra)