Bahkan, kata dia, berdasarkan laporan yang diterimanya, ada sejumlah resort atau pelaku usaha pariwisata di destinasi wisata Kepulauan Togean terpaksa gulung tikar karena pendapatannya menurun, bahkan minus.
"Iya, ada sejumlah usaha terpaksa menutup resort. Kalau sudah begitu artinya situasi ini sudah kurang bagus terhadap pelaku usaha pariwisata di kawasan itu," katanya tanpa tidak merinci jumlah pelaku usaha pariwisata tersebut.
Pelaku usaha pariwisata, kata Bustang, saat ini berharap solusi pemerintah supaya kegiatan usaha sektor itu bisa kembali normal agar tidak terulang penutupan resort lainnya karena ketidakmampuan biaya operasional mereka.
"Kalau resort-resor yang besar hingga kini memang masih bertahan, namun omzet mereka juga semakin berkurang," kata Bustang.
(Salman Mardira)