UNI Eropa resmi meluncurkan sertifikat digital COVID-19 yang dirancang untuk membuat perjalanan menjadi lebih aman dan mudah bagi mereka yang telah divaksinasi penuh, di negara-negara anggotanya. Wisatawan yang punya sertifikat tersebut dibebaskan dari kewajiban jalani karantina saat bepergian di negara-negara Uni Eropa.
Tetapi ada satu maskapai penerbangan yang mengatakan aplikasi itu mengalami masalah pada hari pertama penggunaannya.
Baca juga: Eropa Siap Menerima Turis dari Berbagai Negara, Seperti Apa Aturannya?
Uni Eropa merancang sertifikat digital yang juga tersedia dalam format aplikasi ponsel pintar atau format kertas, untuk membantu pemilik sertifikat itu dibebaskan dari pembatasan sosial seperti karantina.
Berdasarkan aturan Uni Eropa itu, negara-negara anggota harus menahan diri untuk tidak memaksakan pembatasan perjalanan tambahan pada pemegang sertifikat, kecuali jika diperlukan, dan proporsional untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Juru bicara Komisi Eropa, Christian Wigand dalam jumpa pers di Brussels mengatakan bahwa 26 negara anggota Uni Eropa pada Kamis 1 Juli 2021 telah mengeluarkan sertifikat perjalanan itu. Sejauh ini sudah lebih dari 200 juta sertifikat digital yang dikeluarkan.
Baca juga: Pulihkan Pariwisata, Uni Eropa Segera Luncurkan Paspor Vaksin Covid-19
Tetapi dalam praktiknya, sertifikat itu tampaknya mengalami sedikit gangguan.
Juru bicara Brussels Airlines, Maaike Andries, mengatakan pada Reuters bahwa kode QR pada sertifikat COVID-19 ini tampaknya tidak terkait dengan tujuan pelaku perjalanan.