"Paradigma pariwisata baru sekarang ini dengan menjadikan Bali sebagai point of distribution wisman ke lima destinasi super prioritas," ujarnya.
Baca juga: Sasar Wisatawan Nusantara, Begini Skema Paket Wisata Vaksin di Bali
Arifin mengatakan Bali dalam hal mengelola dan memasarkan pariwisata jangan lagi meng-copy paste dari sistem lama. Artinya harus menyesuaikan dengan seruan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yakni membangun pariwisata sekarang harus dengan inovasi, adaptasi dan kolaborasi.
"Menparekraf bilang, inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Bukankah itu yang kini tepat diterapkan segera?" pungkasnya.
(Salman Mardira)