Setelah 3.000 Tahun Berlalu, Penyebab Kematian Pria Ini Akhirnya Terungkap

Fatha Annisa, Jurnalis
Minggu 27 Juni 2021 04:03 WIB
Kerangka manusia yang berusia 3000 tahun yang diteliti penyebab kematiannya (Universitas Kyoto/News Sky)
Share :

ARKEOLOG yang dipimpin Oxford telah menyelidiki bukti trauma kekerasan pada sisa-sisa kerangka pemburu-pengumpul prasejarah di Universitas Kyoto, Jepang. Manusia tersebut diyakini meninggal sekitar 3.000 tahun lalu karena serangan hiu yang brutal.

Baca juga: Pesona Danau Unik Bentuknya Hati, Surga Tersembunyi di Tengah Hutan

Alyssa White dan Profesor Rick Schulting meninjau sisa-sisa seorang pria yang penuh dengan luka traumatis dari situs Tsukumo yang sebelumnya digali di Laut Pedalaman Seto.

"Kami awalnya bingung dengan apa yang bisa menyebabkan setidaknya 790 luka dalam dan bergerigi pada pria ini,” pasangan tersebut mengatakan dalam laporan mereka.

"Ada begitu banyak luka, namun dia dimakamkan di tanah pemakaman komunitas.”

"Cedera terutama terbatas pada lengan, kaki, dan bagian depan dada dan perut. Melalui proses eliminasi, kami mengesampingkan konflik manusia dan predator atau pemulung hewan yang lebih sering dilaporkan,” jelasnya seperti dilansir dari Sky News, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Rekomendasi Penginapan di Kyoto Jepang, Dekat dengan Tempat Wisata

Karena kasus arkeologi laporan hiu sangat jarang, mereka beralih ke kasus serangan hiu forensik untuk mencari petunjuk dan bekerja dengan ahli George Burgess dari Program Florida untuk Penelitian Hiu.

Tim menyimpulkan pria itu, yang dikenal sebagai Nomor 24, meninggal antara 1370 hingga 1010 SM.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya