Para peneliti menyarankan bahwa beberapa fosil yang sebelumnya ditemukan di Israel yang berusia 400.000 tahun bisa jadi milik tipe manusia prasejarah yang sama.
Penemuan Nesher Ramla mempertanyakan teori yang diterima secara luas bahwa Neanderthal pertama kali muncul di Eropa sebelum bermigrasi ke selatan.
"Temuan kami menyiratkan bahwa Neanderthal yang terkenal di Eropa Barat hanyalah sisa-sisa dari populasi yang jauh lebih besar yang tinggal di Levant, bukan sebaliknya," kata antropolog Israel Hershkovitz dari Universitas Tel Aviv.
Dokter gigi dan antropolog Rachel Sarig dari Universitas Tel Aviv mengungkapkan temuan itu menunjukkan bahwa "sebagai persimpangan antara Afrika, Eropa dan Asia, Tanah Israel berfungsi sebagai tempat peleburan di mana populasi manusia yang berbeda bercampur satu sama lain, untuk kemudian menyebar ke seluruh Dunia Lama."
“Kelompok kecil jenis Nesher Ramla kemungkinan bermigrasi ke Eropa, kemudian berkembang menjadi Neanderthal, dan Asia, berkembang menjadi populasi dengan ciri serupa,” kata Sarig.
(Salman Mardira)