Menurut Terawan, kebetulan Indonesia terlibat dalam pembuatannya untuk vaksin Covid-19. "Apakah kita enggak boleh memulai duluan? Apa orang Indonesia enggak boleh memulainya duluan?", ungkap Terawan.
Pernyataan itu juga sekaligus menjawab soal hubungan panas antara penelitian Terawan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ya, lembaga independen tersebut sempat meminta penelitian vaksin Nusantara ditunda sementara.
"Jika ditanya apakah kita merasa ada persoalan (dengan BPOM)? Buat kami sebagai seorang ilmuwan, enggak ada persoalan apa-apa," tegasnya.
Ia menambahkan, proses pengerjaan vaksin Nusantara ini menggunakan kaidah yang baru sebab vaksin yang dipakai pun baru. "Vaksin dari sel dendritik ini belum ada yang kerjakan untuk Covid-19 jadi tentunya harus menggunakan kaidah baru yang berbeda," tambahnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)